Membangun dan Mengelola Website PHP dengan WebMatrix 2

Ada banyak web development tool yang ada saat ini, khususnya untuk membangun website menggunakan bahasa pemrograman PHP. namun kali ini yang akan saya bahas adalah membangun website PHP menggunakan WebMatrix 2. Lalu, Apa itu WebMatrix 2?? ya, WebMatrix merupakan salah satu Web Development tool yang dapat anda gunakan untuk membuat, mem-publish, dan memaintenance website anda. WebMatrix 2 di desain untuk beberapa bahasa pemrograman website terlaris, seperti PHP, ASP.NET, HTML5, dll.

Ada beberapa keuntungan lain ketika menggunakan WebMatrix ini, diantaranya, kita tidak perlu report-report menginstall satu persatu aplikasi penunjang untuk membuat website seperti web server ataupun code editor, karena sudah terdapat di dalam WebMatrix, lebih simple kan?

Oke, selanjutnya saya akan mempraktekan secara singkat mengenai penggunaan WebMatrix dari mulai penginstallan, sampai uji coba menjalankan file php di web browser.

Pertama kali, kita download terlebih dahulu WebMatrix 2 yang nantinya akan diinstall melalui Web Platform Installer disini : http://www.microsoft.com/web/webmatrix/

1

2

Setelah alamat terbuka, klik tombol hijau Free Download, Setelah itu anda akan segera mendownload file bernama webmatrix.exe.

3

Setelah selesai di download, jalankan file webmatrix.exe tersebut, selanjutnya aplikasi tersebut akan mendownload Web Platform Installer untuk menginstall aplikasi Web Matrix 2.

4

Oke, setelah selesai, anda akan melihat aplikasi Web Platform Installer untuk menginstall WebMatrix 2 seperti gambar dibawah ini :

5

Selanjutnya anda akan dihadapkan untuk konfirmasi installasi WebMatrix 2 seperti dibawah ini, lalu klik tombol Install.

6

Lanjut lagi, disini adalah persetujuan file-file yang mungkin diperlukan dan akan di install bersamaan dengan web matrix. klik tombol I Accept

7

Setelah itu, proses download dan instalasi pun akan dilakukan. pada bagian ini mungkin akan membutuhkan waktu yang lama tergantung dari koneksi internet yang anda gunakan, lebih cepat jaringan onternetnya, makan akan semakin cepat prosesnya.

8

Setelah selesai, anda akan menjumpai produk-produk yang berhasil di install dengan WebMatrix. Lalu klik tombol Finish.

9

Langkah selanjutnya Web Platform Installer akan menampilkan aplikasi-aplikasi yang mungkin perlu juga anda install, jika tidak, langsung saja close (tutup) aplikasi Web Platform Installer.

Buka Start menu, lalu langsung ketik, WebMatrix lalu tekan enter.

image

Oke, ini adalah tampilan awal dari aplikasi WebMatrix yang telah kita install. selanjutnya, untuk memulai membuat aplikasi PHP, Klik menu Templates.

12

Klik Template PHP, lalu pilih Empty Site. Lalu klik tombol Next.

13

Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan ketentuan dan juga keperluan untuk aplikasi PHP ini, dimana disini kita akan membuat aplikasi PHP, maka diperlukan PHP 5.3.13 For WebMatrix. Klik tombol I Accept.

14

Selanjutnya proses mempersiapkan aplikasi PHP dan juga download aplikasi-aplikasi yang diperlukan untuk membuatnya.

15

Setelah selesai dan sukses menginstall aplikasi yang diperlukan untuk membangun website PHP lalu klik tombol OK.

16

Ini adalah Empty site dari website PHP yang kita buat menggunakan Template Empty Site. Disana ada bagian URL yaitu alamat dan port yang digunakan untuk menjalankan Website Empty Site, dan juga ada bagian Path, yaitu alamat folder tempat kita menyimpan file-file php. Lalu klik URL Path.

17

Anda akan diarahkan ke direktori Empty Site, disini sudah terdapat beberapa file untuk aplikasi website PHP yang akan dibuat.

18

selanjutnya dobel klik file index anda akan diarahkan kembali ke aplikasi WebMatrix bagian editor untuk mengedit file index tersebut seperti dibawah ini :

19

Selanjutnya untuk mengetest aplikasi PHP kita tampilkan kalimat dengan perintah echo seperti : “Halo Dunia, Berhasil nih menjalankan PHP di WebMatrix”. Selanjutnya simpan dengan menekan kombinasi Ctrl+S di keyboard atau klik icon desktop di pojok kiri atas.

20

Setelah itu klik menu Site di bagian kiri bawah. lalu klik Link yang ada di bagian URL.

21

Yup, anda akan diarahkan untuk membuka alamat site yang kita buat dengan web browser, dimana default file yang akan dibuka di alamat utama adalah file index.php yang telah kita edit tadi dengan tulisan “Halo Dunia, Berhasil nih menjalankan PHP di WebMatrix”. jika tampil, berarti aplikasi PHP yang telah kita buat berhasil berjalan di web matrix.

22

Oke, itulah tutorial singkat mengenai web development tool PHP menggunakan WebMatrix. Ssampai jumpa lagi pada tutorial berikutnya pada bagian Menjalankan PHPMyAdmin menggunakan WebMatrix. Smile

Informasi PHP : Library untuk Menghasilkan QR Code

Saat ini QR Code sangat populer di gunakan, khususnya untuk menyembunyikan tulisan, atau tautan. Saat ini QR Code banyak digunakan pada aplikasi mobile, hal ini dikarenakan hampir semua mobile sekarang sudah memiliki kamera, sehingga dapat dengan mudah mendeteksi QR Code menggunakan kamera.

Php QR Code merupakan library yang dapat digunakan untuk membuat gambar QR Code menggunakan bahasa pemrograman PHP. Dengan menggunakan PHP QR Code, membuat barcode QR sangat mudah dan cepat. Continue reading

Video Tutorial StripBandunk Sudah Siap Dipasarkan

Video tutorial StripBandunk :

Sudah siap untuk dipasarkan. Pemesanan secara online, sudah dapat dilakukan tanggal 24 Desember 2011.

Video Tutorial StripBandunk

Continue reading

Tutorial PHP : Memecah String Menjadi Array

Selamat datang di StripBandunk, pusat pembelajaran ilmu komputer.

Pada tutorial ini, kami akan membahas tentang cara memecah String menjadi Array dalam bahasa pemrograman PHP.

Php memiliki sebuah fungsi bernama explode, fungsi ini digunakan untuk memecah sebuah String menjadi Array. Cara penggunaan fungsi explode pada php dapat terlihat pada kode dibawah ini : Continue reading

Tutorial PHP : Membuat Aplikasi Database Menggunakan NetBeans IDE

Selamat datang di StripBandunk, pusat pembelajaran teknologi informasi. Pada artikel ini kami akan berbagi informasi seputar artikel cara membuat aplikasi database menggunakna PHP dan NetBeans IDE.

  • Bahasa Pemrograman : PHP.
  • Perangkat Lunak : NetBeans IDE.
  • Sistem Basis Data : MySQL, Oracle.
  • Tingkat Keterampilan : Menengah.
  • Estimasi Waktu : 4 Jam.

Continue reading

Array di Dalam PHP

arrayBerbeda dengan variabel biasa yang hanya dapat menampung sebuah angka atau teks, array merupakan variabel spesial, dimana dapat menampung banyak value di dalam satu  variabel.

Jika kita memiliki daftar items (sebuah daftar makanan misalnya) kita dapat menyimpannya ke dalam beberapa variabel yaitu :

Hal tersebut tentu saja dibenarkan, permasalahannya adalah bagaimana jika kita ingin menampilkan seruh data makanan dan juga memilih makanan jenis ternentu? hal ini tentu akan mudah jika data tersebut tidak terlalu banyak, Lalu bagaimana jika data yang ada sebanyak 500 data?

Solusi yang terbaik adalah kita dapat menggunakan fungsi dari variabel array, karena array dapat menyimpan banyak value ke dalam satu variabel. Kita dapat mengakses value dari sebuah variabel array tersebut dimana di dalam elemen variabel array terdapat sebuah peng-index-an nilai value sehingga kita dapat dengan mudah mengaksesnya.

Di dalam PHP terdapat tiga jenis array, yaitu :

  • Numeric Array yaitu array yang index nya berupa numerik.
  • Associative Array yaitu array yang indexnya dapat berupa karakter.
  • Multidimensional Array yaitu seuah array yang value dari array tersebut terdapat satu atau lebih array.

Terdapat dua metode di dalam cara pembentukan sebuah array yaitu :

a. peng-index-an array numerik secara otomatis sesuai dengan urutan masuknya value array.

dalam skrip di atas adalah index dari value array sesuai dengan urutan value dari array tersebut, dimana index pertama pada posisi awal array tersebut dimulai dari anggka [0].

b. peng-index-an array numerik secara manual.

Array Asosiatif / Associative Array

Array asosiatif melakukan peng-index-an menggunakan nama yang kita tentuka sendiri, artinya index dari array asosiatif dapat berupa karakter atau string.

Misal :

atau dapat juga di tuliskan :

Array Multidimensional

Array multidimensional dapat menampung array di dalam aray.

contoh :

Konstanta di dalam PHP

const_thumb[1]Konstanta sama halnya seperti variabel yang dapat menyimpan sebuah nilai, perbedaannya adalah nilai konstanta tidak dapat di ubah. untuk dapat membuat konstanta, kita dapat menggunakan sebuah fungsi di dalam php yaitu fungsi define();

Syntax :

Fungsi define memiliki tiga parameter yaitu parameter yang pertama adalah parameter nama konstanta yang akan di deklarasikan, selanjutnya parameter kedua adalah nilai dari konstanta, dan parameter yang terakhir yaitu parameter case_sensitive yaitu digunakan untuk memanggil nama konstanta secara case_sensitive atupun tidak. jika parameter case_sensitive di set dengan nilai true nama constanta dapat di panggil secara case_sensitive ataupun tidak.

Contoh :

akan berbeda hasilnya jika kita mengubah nilai parameter case_sensitive dengan nilai false.

Menampilkan Teks Pada Halaman PHP

Untitled-1Untuk menampilkan teks pada halaman php, kita dapat menggunakan perintah echo atau perintah print. Skrip php selalu di akhiri dengan semicolon (titik koma “;”) yang di gunakan sebagai separator atau juga untuk membedakan satu set instruksi dengan instruksi yang lainnya.

Menampilkan teks dengan menggunakan perintah echo :

Atau dapat juga menampilkan teks dengan menggunakan perintah print seperti ini :

Menyisipkan Kode PHP pada dokumen HTML

phptohtmlSkrip PHP dapat disisipkan pada dokumen HTML, dengan catatan, dokumen HTML yang akan di sisipkan skrip PHP harus memiliki extensi file .php.

Penyisipan skrip PHP pada dokumen HTML dapat di sisipkan di manapun tempatnya (di dalam body, membuat atribut, dsb) tergantung fungsi dan kebutuhannya.

* Skrip PHP selalu di awali dengan <?php dan di akhiri dengan ?>.

Sebagai contoh kita telah memiliki dokumen html dengan nama file index.php

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>Dokumen HTMLtitle>
  <head>
  <body>
    <h1>Ini Dokumen HTML</h1>
  </body>
</html>

Lalu kita kan menambahkan skrip-skrip php pada dokumen html tersebut (index.php).

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title><?php /*Skrip PHP di tempatkan pada title untuk menjadi title*/ ?></title>
  <head>
  <body <?php /*Skrip PHP menjadi atribut body*/ ?>>
    <h1>Ini Dokumen HTML</h1>
    <?php
    /*Skrip PHP di tempatkan di body untuk di tampilkan pada halaman web*/
    ?>
  </body>
</html

Dalam contoh tersebut telah di jelaskan penempatan dan fungsi dari penempatan php tersebut. Demikian cara untuk mnyisipkan skrip-skrip PHP pada dokumen HTML