Video tutorial StripBandunk :
Sudah siap untuk dipasarkan. Pemesanan secara online, sudah dapat dilakukan tanggal 24 Desember 2011.
Video tutorial StripBandunk :
Sudah siap untuk dipasarkan. Pemesanan secara online, sudah dapat dilakukan tanggal 24 Desember 2011.
Pada beberapa bahasa pemrograman yang lain, diperlukan inisialisai di dalam pendeklarasian sebuah variabel dan menspesifikasikan tipe data yang dapat menampung nilai dari sebuah variabel. Tetapi, di dalam PHP dapat di katakan tidak formal, dimana kita tidak perlu menginisialisasikan tipe data yang akan di gunakan oleh variabel.
PHP mengkonversi tipe data ketika hal tersebut diperlukan Seperti contoh, kita memiliki statement berikut :
Secara teknis, statement ke tiga tidak mungkin di lakukan. Sebab data yang di jumlahkan berbeda tipe data, namun PHP dapat mengkonversi terlebih dahulu tipe data integer ke dalam tipe data float sehingga hal tersebut dapat di lakukan dengan mudah.
Di lain hal, PHP tidak dapat sepenuhnya benar di dalam melakukan konversi tipe data, sehingga kita dimungkinkan perlu melakukan inisialisasi sendiri terhadap tipe data variabel.
Misal :
Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai, dapat berupa teks, angka, array atau lainnya. Ketika sebuah variabel di deklarasikan, variabel tersebut dapat di gunakan di seluruh skrip php. Seluruh variabel di dalam PHP harus di awali dengan tanda “$”.
Contoh :
Aturan di dalam penulisan variabel :
Untuk menampilkan teks pada halaman php, kita dapat menggunakan perintah echo atau perintah print. Skrip php selalu di akhiri dengan semicolon (titik koma “;”) yang di gunakan sebagai separator atau juga untuk membedakan satu set instruksi dengan instruksi yang lainnya.
Menampilkan teks dengan menggunakan perintah echo :
Atau dapat juga menampilkan teks dengan menggunakan perintah print seperti ini :
Skrip PHP dapat disisipkan pada dokumen HTML, dengan catatan, dokumen HTML yang akan di sisipkan skrip PHP harus memiliki extensi file .php.
Penyisipan skrip PHP pada dokumen HTML dapat di sisipkan di manapun tempatnya (di dalam body, membuat atribut, dsb) tergantung fungsi dan kebutuhannya.
* Skrip PHP selalu di awali dengan <?php dan di akhiri dengan ?>.
Sebagai contoh kita telah memiliki dokumen html dengan nama file index.php
Lalu kita kan menambahkan skrip-skrip php pada dokumen html tersebut (index.php).
Dalam contoh tersebut telah di jelaskan penempatan dan fungsi dari penempatan php tersebut. Demikian cara untuk mnyisipkan skrip-skrip PHP pada dokumen HTML